Kalau ngomongin Bali, biasanya yang langsung kepikiran apa?
Pantai?
Sunset?
Sawah terasering?
Atau jangan-jangan malah ayam betutu karena dari tadi belum makan? ๐
Bali memang punya banyak banget tempat wisata. Saking banyaknya, kadang kita sampai bingung sendiri mau pergi ke mana. Baru buka Google Maps, eh satu jam kemudian malah sibuk lihat-lihat restoran.
Nah, kalau kamu lagi cari tempat wisata di Bali yang suasananya agak beda dari biasanya, ada satu tempat yang menurutku menarik banget buat dimasukkan ke daftar jalan-jalan, yaitu Sari Timbul di kawasan Tegallalang, Gianyar.

Tempat ini bukan cuma soal foto-foto. Ada taman, karya seni, kaca tiup, pahatan, kolam, dan berbagai sudut unik yang bikin suasananya terasa seperti masuk ke dunia fantasi.
Dan yang paling bahayaโฆ
Hampir setiap sudut kayaknya minta difoto. ๐
Sari Timbul Bali Itu Tempat Apa Sih?
Sari Timbul dikenal sebagai destinasi wisata yang menggabungkan seni, alam, dan kerajinan kaca.
Awalnya tempat ini berkaitan dengan pembuatan kerajinan kaca tiup. Jadi bukan sekadar taman yang dibuat khusus buat foto-foto. Di sini pengunjung juga bisa melihat karya kaca dan proses kerajinan yang menjadi bagian dari daya tarik Sari Timbul.
Yang bikin menarik adalah area tamannya.

Ada pepohonan hijau, berbagai pahatan artistik, kolam, dan dekorasi yang bentuknya cukup unik. Beberapa bagian bahkan terasa seperti latar film fantasi.
Jadi kalau biasanya kita datang ke tempat wisata cuma melihat-lihat, di Sari Timbul rasanya malah sibuk mencari spot foto.
โEh foto di sini bagus.โ
Lima menit kemudian:
โEh yang sana juga bagus.โ
Lalu satu jam kemudian galeri HP sudah penuh foto yang sebenarnya pose-nya sama semua. ๐

Lokasinya di Mana?
Sari Timbul berada di kawasan Sebatu, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali.
Lokasinya masih berada di kawasan Bali bagian tengah dan cukup dekat dengan area Ubud. Dari pusat Ubud, perjalanan umumnya sekitar 30 menit tergantung kondisi jalan dan lalu lintas
Alamat yang banyak digunakan untuk lokasi Sari Timbul adalah Jalan Kedisan Kaja, Sebatu, Tegallalang, Gianyar.
Kalau pakai Google Maps, sebaiknya cari nama Sari Timbul Art Gallery atau Sari Timbul Glass Factory, karena ada beberapa nama Sari Timbul yang muncul di area tersebut.
Ini penting supaya nggak berakhir dengan drama:
โLho, kok aku sudah sampai tapi tempatnya beda?โ
Padahal masalahnya cuma salah pin lokasi. ๐
Apa yang Menarik di Sari Timbul?
Menurutku, daya tarik utama Sari Timbul ada pada suasananya.
Tempat ini memadukan taman hijau dengan berbagai karya seni dan instalasi yang unik. Jadi bukan taman biasa yang isinya cuma pohon dan bunga.

Ada pahatan kayu, patung, kolam, karya kaca, serta beberapa spot yang dibuat sedemikian rupa sehingga hasil fotonya terlihat cukup dramatis. Media wisata juga menggambarkan beberapa bagiannya seperti negeri dongeng karena perpaduan tanaman, pahatan dan elemen air yang ada di sana.
Kalau kamu tipe orang yang suka foto-foto, kemungkinan besar bakal betah.
Kalau kamu bukan tipe yang suka foto?
Tenang.
Biasanya teman yang suka foto akan menyeret kamu ke spot berikutnya.
โBentar, satu foto lagi.โ
Dan kita semua tahu bahwa โsatu foto lagiโ itu sebenarnya bisa berarti 47 foto. ๐
Bisa Melihat Kerajinan Kaca Juga
Salah satu hal yang menurutku membuat Sari Timbul cukup menarik adalah unsur kerajinan kaca.
Sari Timbul dikenal sebagai tempat produksi kerajinan kaca tiup. Berbagai benda seperti vas, gelas, tempat ikan dan dekorasi bisa dibuat dari material kaca yang diolah oleh pengrajin.
Kalau kebetulan ada proses pengerjaan yang bisa disaksikan saat berkunjung, ini bisa jadi pengalaman yang cukup menarik.
Soalnya melihat kaca panas dibentuk oleh tangan pengrajin itu beda dengan cuma melihat hasil akhirnya di etalase.
Kita jadi sadar kalau bikin barang seperti itu ternyata nggak semudah bikin kopi sachet. ๐
Tempatnya Cocok Buat Foto-Foto
Aku rasa bagian ini yang paling banyak dicari orang.
Sari Timbul memang punya banyak sudut yang fotogenik. Ada area dengan pahatan, kolam, tanaman hijau, dan instalasi seni yang bisa dijadikan latar foto.

Beberapa spot bahkan dibuat dengan bentuk yang cukup unik sehingga hasil fotonya bisa kelihatan seperti sedang berada di dunia fantasi.
Menariknya lagi, pengunjung juga bisa mendapatkan bantuan dari petugas untuk mengambil foto di beberapa area.
Jadi kalau datang cuma berdua dan bingung siapa yang mau jadi fotografer, nggak perlu langsung bertengkar. ๐
Tinggal minta bantuan.
Ada Swing dan Spot Foto Lainnya
Selain taman dan karya seni, Sari Timbul by Kubu Bali juga menawarkan beberapa aktivitas dan spot seperti swing serta bird nest.
Ada juga area taman yang memang dibuat untuk menikmati suasana hijau Tegallalang.
Kalau kamu suka bikin konten Instagram, TikTok, atau sekadar ingin punya stok foto untuk upload beberapa bulan ke depan, tempat seperti ini memang cukup menarik.

Karena sekali datang, kemungkinan pulangnya bukan cuma membawa pengalaman.
Tapi juga membawa 800 foto.
Dan 790 di antaranya masih belum dipilih. ๐
Kapan Waktu yang Enak untuk Datang?
Kalau menurutku, datang pagi atau menjelang sore bisa menjadi pilihan yang lebih nyaman.
Pagi biasanya suasananya masih lebih segar. Sementara sore punya pencahayaan yang lebih menarik untuk foto.

Kalau datang siang bolong, ya sebenarnya tetap bisa.
Cuma jangan kaget kalau baru 10 menit jalan sudah mulai mencari tempat berteduh sambil berkata:
โKayaknya aku lebih cocok jadi wisatawan malam.โ
๐
Kalau tujuan utamanya foto, cahaya juga penting. Jadi jangan cuma mengandalkan outfit. Cahaya yang bagus bisa membuat foto sederhana terlihat jauh lebih menarik.
Berapa Harga Tiket Masuknya?
Untuk harga tiket, sebaiknya cek kembali sebelum berangkat karena tarif dan paket aktivitas wisata bisa berubah.
Sebagai gambaran, beberapa sumber sebelumnya mencatat tiket masuk Sari Timbul Glass Factory sekitar Rp25.000 untuk wisatawan domestik dan Rp50.000 untuk wisatawan mancanegara. Sementara paket aktivitas tertentu seperti swing, bird nest, atau akses kolam mempunyai harga tersendiri.
Jadi jangan cuma siapkan uang untuk tiket.
Siapkan juga dana cadangan.
Karena kita semua tahu penyakit wisatawan:
โAh, cuma lihat-lihat.โ
Lima menit kemudian:
โYang ini lucu juga ya.โ
๐
Sari Timbul Cocok Buat Siapa?
Menurutku tempat ini cocok buat beberapa tipe wisatawan.
Pertama, buat kamu yang suka fotografi.
Kedua, buat pasangan yang ingin mencari tempat dengan suasana unik untuk foto bersama.
Ketiga, buat keluarga yang ingin jalan-jalan santai sambil menikmati taman.
Dan keempat, buat content creator yang sedang kehabisan ide konten.
Yang terakhir ini penting.
Kadang bukan nggak punya ide.
Cuma otak sudah bilang:
โBesok aja mikirnya.โ
Besoknya:
โBesok lagi.โ
๐
Tips Sebelum ke Sari Timbul Bali
Ada beberapa hal sederhana yang menurutku perlu diperhatikan.
Pakai pakaian yang nyaman karena kamu kemungkinan akan cukup banyak berjalan.
Kalau memang niat foto-foto, pilih outfit yang cocok dengan suasana taman dan warna hijau di sekitarnya.
Datang lebih pagi atau menjelang sore kalau ingin suasana yang lebih nyaman untuk foto.
Pastikan baterai HP penuh.
Ini serius.
Jangan sampai sudah sampai lokasi, kamera tinggal 8 persen.
Power bank juga sebaiknya dibawa.
Dan yang paling penting, jangan buru-buru. Nikmati juga tempatnya. Jangan sampai sibuk mencari angle sampai lupa bahwa kita sebenarnya sedang liburan. ๐
Jadi, Apakah Sari Timbul Bali Layak Dikunjungi?
Menurutku, iya.
Terutama kalau kamu sudah bosan dengan konsep wisata Bali yang itu-itu saja dan ingin mencoba tempat yang menggabungkan alam dengan seni.
Sari Timbul punya karakter yang cukup berbeda. Ada unsur kerajinan kaca, taman hijau, pahatan, instalasi seni, kolam, dan spot foto yang membuat suasananya terasa unik.
Jadi kalau nanti ada yang bertanya:
โLiburan ke Bali mau ke mana?โ
Kamu nggak harus selalu menjawab pantai.
Bisa juga bilang:
โGue mau masuk negeri dongeng dulu.โ
Padahal masih di Gianyar. ๐
Itulah menariknya Bali. Kadang kita nggak perlu pergi terlalu jauh untuk menemukan tempat yang suasananya benar-benar beda.
Dan buatku, Sari Timbul Bali adalah salah satu tempat yang cukup menarik untuk dimasukkan ke itinerary, terutama buat kamu yang suka seni, suasana hijau, fotografi, dan wisata yang nggak cuma datang, lihat, lalu pulang.
Kalau sudah sampai sini, satu hal yang perlu diingat:
Jangan lupa bawa HP dengan memori kosong.
Karena yang habis nanti bukan cuma tenaga.
Memori HP juga. ๐
