Kalau biasanya orang pergi ke Bali buat cari pantai, sunset, atau nongkrong sambil minum kopi, kali ini aku mau ngajak kalian naik sedikit ke daerah Buleleng. Namanya Jalan Wanagiri.

Buat yang belum pernah ke sini, siap-siap aja. Jalan Wanagiri itu punya suasana yang beda dari kawasan Bali Selatan. Udara lebih sejuk, jalanannya berkelok-kelok, dan yang paling penting, pemandangannya bikin tangan otomatis mengambil handphone lho kaya aku hehe.
Padahal niat awal cuma mau lewat.
Eh, lima menit kemudian malah berhenti.
“Foto dulu nggak sih?”
Itulah masalah kalau lewat Wanagiri. Niatnya perjalanan, berubah jadi sesi foto dadakan.
Jalan Wanagiri Ada di Mana?
Jalan Wanagiri berada di kawasan Wanagiri, Kabupaten Buleleng, Bali. Kawasan ini terkenal karena letaknya berada di daerah perbukitan dan punya pemandangan alam yang luar biasa.

Salah satu daya tarik utamanya adalah pemandangan Danau Buyan dan Danau Tamblingan dari ketinggian. Dua danau ini berada di kawasan pegunungan Bali dan dikelilingi hutan yang masih terasa asri.
Dari beberapa titik di sepanjang jalan, kalian bisa melihat hamparan hijau dan danau dari atas.
Kalau cuaca lagi cerah, wah, cakep banget.
Kalau lagi berkabut?
Tetap cakep, cuma konsepnya berubah jadi “Bali rasa film misteri”. Hehe.
Perjalanan Menuju Wanagiri
Perjalanan menuju Wanagiri sendiri sudah menjadi pengalaman tersendiri. Jalanannya menanjak dan berkelok, jadi kalau kalian membawa kendaraan, jangan buru-buru.
Nggak usah sok jadi pembalap MotoGP juga.
Santai aja. Nikmati perjalanan.
Semakin naik, udara biasanya terasa semakin sejuk. Suasana perkotaan perlahan berganti dengan pepohonan dan perbukitan.
Yang biasanya panas-panasan di daerah bawah, begitu sampai Wanagiri bisa langsung mencari jaket.
“Loh, Bali kok dingin?”
Ya karena kita lagi naik gunung, bosku. 😂
Pemandangan Danau Buyan dan Danau Tamblingan
Ini salah satu alasan kenapa banyak orang suka mampir ke kawasan Wanagiri.
Dari atas bukit, kita bisa menikmati pemandangan Danau Buyan dan Danau Tamblingan. Posisi keduanya yang dikelilingi pepohonan membuat pemandangannya terasa alami dan menenangkan.
Kalau biasanya mata kita tiap hari disuguhi gedung, kendaraan, layar HP, dan chat “udah makan belum?”, di sini pemandangannya justru pepohonan dan danau.
Lumayan buat cuci mata.
Bukan cuci mata yang itu ya. Maksudnya refreshing. 😂
Pemandangan seperti ini juga cocok banget buat kalian yang suka fotografi. Cahaya pagi dan sore biasanya bisa memberikan suasana yang berbeda.
Apalagi kalau ada kabut tipis.
Wah, tinggal berdiri sebentar, pasang muka serius, langsung berasa pemeran utama film.
Padahal lima menit sebelumnya masih sibuk cari parkiran.
Udara Sejuk yang Bikin Betah
Hal lain yang aku suka dari Wanagiri adalah udaranya.
Daerah ini berada di dataran tinggi sehingga suasananya terasa jauh lebih sejuk dibandingkan kawasan Bali yang berada di dataran rendah.
Buat orang yang sehari-hari tinggal di daerah panas, udara Wanagiri bisa terasa seperti bonus.
Tarik napas.
Dalam-dalam.
Nggak ada suara klakson berlebihan.
Nggak ada panas yang bikin kepala ikut panas.
Yang ada cuma udara sejuk dan pemandangan hijau.
Tapi jangan terlalu lama menikmati angin sambil cuma pakai kaos tipis. Nanti bukannya healing, malah menggigil.
Banyak Spot Foto di Sepanjang Jalan
Karena pemandangannya bagus, nggak heran kalau kawasan Wanagiri punya banyak tempat yang menawarkan spot foto dengan latar perbukitan dan danau.

Ada berbagai macam tempat dengan konsep yang dibuat untuk menikmati panorama dari ketinggian. Mulai dari gardu pandang sampai spot foto yang sengaja dibuat menghadap ke arah danau.
Kalau kalian tipe orang yang bilang, “Aku nggak suka foto-foto,” hati-hati.
Biasanya setelah sampai sini berubah.
“Eh fotoin aku dari sini dong.”
“Coba satu lagi.”
“Kurang bagus.”
“Coba dari sana.”
Akhirnya 37 foto, yang dipilih cuma satu.
Sisanya masuk folder “nanti dihapus” yang umurnya bisa sampai tiga tahun. 😂
Waktu Terbaik Datang ke Wanagiri
Kalau aku boleh kasih saran, datanglah saat cuaca cukup cerah supaya pemandangan danau bisa terlihat lebih jelas.
Pagi hari bisa jadi pilihan menarik karena suasananya masih sejuk dan biasanya belum terlalu ramai. Sore juga menarik karena cahaya matahari bisa membuat suasana perbukitan terlihat lebih dramatis.
Tapi namanya daerah pegunungan, cuaca bisa berubah.
Jadi sebelum berangkat, sebaiknya cek kondisi cuaca terlebih dahulu.
Kalau mendung atau berkabut, bukan berarti nggak bagus. Justru suasananya bisa terasa lebih tenang dan misterius.
Cuma ya itu…
Danau yang dicari malah bisa berubah jadi “mana danaunya, kok cuma kabut?” 😂
Jangan Cuma Berhenti untuk Foto
Menurutku, hal menarik dari Jalan Wanagiri bukan cuma spot fotonya.
Perjalanannya sendiri sudah menyenangkan.
Kita bisa menikmati suasana jalan yang dikelilingi pepohonan, udara yang sejuk, dan pemandangan pegunungan. Jadi nggak perlu buru-buru mengejar foto.
Kadang justru momen paling enak adalah berhenti sebentar, duduk, minum sesuatu, lalu menikmati pemandangan tanpa sibuk memikirkan konten.
Walaupun…
Kalau akhirnya tetap foto juga, ya nggak apa-apa.
Namanya juga manusia zaman sekarang. Pemandangan bagus sedikit, kamera depan langsung aktif. 😂
Dijalan wanagiri ini juga ada banyak monyet monyet berkeliaran loh, dan bisa banget buat kita kasih makan mereka. Dan buat kalian tau disana ada yg jual makanan untuk dikasihkan kemonyet juga loh. Bisa kalian beli dengan harga 15K

Tips Kalau Mau Jalan-Jalan ke Wanagiri
Kalau kalian berencana melewati kawasan Wanagiri, ada beberapa hal sederhana yang sebaiknya diperhatikan.
Pertama, pastikan kendaraan dalam kondisi baik. Jalan di daerah perbukitan tentu berbeda dengan jalan datar.
Kedua, jangan ngebut. Jalan berkelok dan kondisi cuaca pegunungan perlu diperhatikan.
Ketiga, bawa jaket atau pakaian yang cukup nyaman. Udara di kawasan ini bisa terasa dingin, terutama pagi dan sore.
Keempat, kalau berhenti untuk menikmati pemandangan, cari tempat yang aman dan jangan sembarangan parkir di pinggir jalan.
Dan yang terakhir, jangan buang sampah sembarangan.
Kalau sudah jauh-jauh datang menikmati alam, masa sampahnya malah ditinggal?
Bawa pulang sampahnya. Alam bukan tempat penitipan sampah gratis. 😄

Wanagiri Cocok Buat yang Mau Kabur Sebentar dari Keramaian
Menurutku, Jalan Wanagiri Buleleng cocok buat kalian yang ingin menikmati sisi Bali yang lebih tenang.
Nggak harus punya itinerary ribet.
Nggak harus mengejar puluhan tempat wisata dalam sehari.
Kadang cukup berkendara pelan, menikmati udara dingin, melihat pegunungan, mampir sebentar, minum kopi, lalu lanjut perjalanan.
Sederhana, tapi justru itu yang bikin menyenangkan.
Buat aku, perjalanan ke Wanagiri bukan cuma soal sampai di tujuan. Jalan menuju ke sana juga punya cerita sendiri.
Dan kalau nanti kalian sudah sampai di atas, melihat Danau Buyan dan Danau Tamblingan dari kejauhan, mungkin kalian bakal ngerti kenapa kawasan ini sering bikin orang berhenti lebih lama dari rencana.
Awalnya cuma mau lewat.
Ujung-ujungnya:
“Kayaknya kita di sini dulu deh.”
Terus buka kamera.
Foto.
Ngopi.
Foto lagi.
Dan sebelum pulang mulai ngomong:
“Besok ke sini lagi nggak?” 😂
Itulah Wanagiri.
Jalanan pegunungan yang bukan cuma menawarkan perjalanan, tapi juga udara sejuk, pemandangan indah, dan alasan sederhana untuk berhenti sejenak dari kesibukan.
